Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al-Uzhma Jakfar Subhani salah seorang ulama marja taklid Syiah yang bermukim di kota Qom Republik Islam Iran mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menyebut pembuatan karikatur Nabi Muhammad saw oleh salah satu media di Perancis sebagai bentuk kebebasan yang harus dihargai.
Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkannya, Ayatullah al-Uzhma Jakfar Subhani menyayangkan adanya pernyataan kontroversial yang memicu ketegangan tersebut. Ia berkata, "Disaat dunia saat ini sedang dilanda kesulitan berat dengan adanya penyebaran virus Corona, yang semestinya semua kepala negara di dunia bersatu dan saling mendukung untuk bisa mengatasi masalah global ini, namun disayangkan sebagian kepala negara justru melakukan tindakan yang memicu ketegangan dan membuat satu sama lain harus saling bertikai."
"Presiden Perancis telah merusak suasana dengan pernyataannya yang melecehkan Islam dan menghina kesucian Nabi Muhammad saw. Hampir semua kasus penghinaan pada simbol Islam selalu berlindung dibalik motif kebebasan berekspresi yang sering diagung-agungkan di Barat. Kebebasan yang benar adalah tidak semestinya membenarkan adanya penghinaan pada pihak lain. Karenanya bukan hanya kaum muslimin sedunia, namun juga oleh semua kelompok yang menjaga rasionalitasnya dan berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan akan mengeluarkan kecaman terhadap semua bentuk pelecehan pada simbol agama." Tambahnya.
Seperti diketahui pernyataan kontroversial Presiden Perancis, Emmanuel Macron terkait Islam, memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung umat Islam, karena mengatakan kejahatan terorisme Islam harus ditindak tegas. Presiden Joko Widodo tidak terkecuali mengeluarkan kecamannya.
Pernyataan Emmanuel Macron tersebut dilatarbelakangi kasus pemenggalan Samuel Paty, seorang guru yang dibunuh setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para muridnya.